Jumat, 24 Maret 2017

NHW9_DinaMariyanti

NICE HOME WORK#9 

Bunda sebagai Agen perubahan

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai :
*PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE*
Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.
Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.
Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.
Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.
Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.
Bagaimana caranya? isilah bagan-bagan di bawah ini:


Jumat, 17 Maret 2017

NHW#8_DinaMariyanti

BE - DO - HAVE

Nice Home Work #8
MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
*Jika melihat kuadran Suka dan Bisa di  NHW 7 , saya akan memilih : membersamai anak-anak sehari-hari. 
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Ingin menjadi istri yang diharapkan suami dan jadi ibu yang baik bagi anak-anak serta mampu menjadi teladan bagi mereka. 
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
* Ingin bisa membesamai setiap perkembangan anak-anak, mampu bersabar dalam menghadapi keunikan-keunikan sifat mereka, tetap menghadirkan senyuman selama bersama mereka. 
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
* ingin memiliki kesabaran dan kekuatan yang extra dalam membersamai anak-anak dan membentuk mereka menjadi pribadi yang solihah yang bermanfaat bagi sesama.
c. Perhatikan 3 aspek dimensi ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
* Ingin jadi istri dan ibu yang dapat diandalkan dan dibanggakan keluarga, yang kehadirannya selalu dinantikan dan dirindukan yang dapat dijadikan teladan yang baik.
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
Ingin berperan aktif dalam komunita based Education di daerah domisili, untuk sekarang tentunya di palopo. 
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
* menjalankan secara istiqomah semua yang sudah direncanakan dan dibuat ceklisnya selama mengikuti program matrikulasi ibu profesional. InsyaAllah. 


Bismillah 1 NHW lagi, semangat. Terima kasih iip. 

Dina Mariyanti 

Jumat, 10 Maret 2017

NHW#7_DinaMariyanti

Nice Home Work #7
Tahapan Menuju Bunda Produktif

1. Hasil tes temubakat.com
Saya pribadi sebenarnya sudah pernah melakukan tes temubakat ini setahun yang lalu, saat itu direkomendasikan oleh grup komunitas HebAT Sulawesi. Tapi jujur, saat tes saya merasa kebingungan dalam memilih kriteria yang sesuai dengan diri saya. Dan saat sekarang harus tes kembali pun, saya masih merasa kebingungan bahkan saat tes harus diulang karena kendala sinyal, bisa jadian i yang saya pilih berbeda dengan pilihan sebelumnya. Baiklah, berikut hasil ST30 saya:




Dina Mariyanti, anda adalah orang yang dapat merasakan perasaan orang lain baik sedang gembira maupun sedang sedih, senang mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik, selalu ingin memajukan orang lain, dan senang melihat kemajuan orang, senang memotivasi dengan berbagai cara ada yang melalui sifat periangnya ada yang memalui sifat empatinya ada juga karena selalu ingin memajukan orang lain, suka melayani orang lain dan mendahulukan orang lain.

Jika dilihat hasilnya, memang sedikit banyak mewakili kepribadian saya J

2. Kuadran aktivitas


Suka
Tidak Suka
Bisa
Bermain dengan anak
Membaca buku
Jalan-jalan
Menikmati dan mengamati lingkungan sekitar
Menonton film

Aktivitas kerumahtanggaan
Membuat pembukuan

Tidak Bisa
Memasak
Berdandan
Bercocok tanam
Menjahit
Mendongeng

Hal-hal yang berkaitan dengan teknologi baru
Berdebat
Memelihara binatang
Menulis



Jumat, 03 Maret 2017

NHW#6_Dina Mariyanti

Nice Home Work #6
BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

Tema NHW kali ini sesuai dengan keinginan suami, yaitu agar istrinya bisa menjadi manajer keluarga terutama dalam mengatur keuangan keluarga. Bismillah, semoga keinginan itu dapat terwujud….

Belajar menjadi manajer yang handal, Mengapa? Karena hal ini akan mempermudah Bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah Bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup, yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita Merasa Sibuk, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka, ikutilah tahapan-tahapan sbb:

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting!

3 aktivitas penting
-       Sholat 5 waktu diawal waktu dan tilawah sebelum beraktivitas dan menjelang tidur.
-       Melaksanakan pekerjaan rumah tangga: masak (menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak), menyiapkan pakaian yang bersih dan rapi, dan membersihkan rumah
-       Membersamai anak-anak dan suami

3 aktivitas tidak penting
-       sosmed, saya menyadari ini sangat menyita waktu, awalnya dari sekedar iseng baca-baca status, kemudian jadi tertarik untuk berkomentar dan akhirnya jadi chating atau sekedar menyapa teman-teman di sosial media.
-       Browsing dan game online, awalnya karena jenuh, sedikit refreshing dengan main game tapi jadi keasikan dan lupa waktu. Alhamdulillah, sekarang di HP sudah tidak ada aplikasi game satupun.
-       Menonton TV dan drama korea, dari kecil saya tipe yang jarang main diluar rumah, jadi hiburan satu-satunya adalah menonton TV, jadilah sampai sekarangpun belum bisa lepas betul-betul dari TV walau kadang sekarang fungsi TV hanya sebagai alat untuk menemani agar tidak sepi saat anak-anak tidur.

2. waktu Anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
yang paling menghabiskan waktu adalah aktivitas dengan sosial media, alhamdulillah sudah mulai bisa mengurangi sedikit demi sedikit karena ternyata membersamai 3 anak lebih menyita waktu J

3. Jadikam 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
- pada NHW sebelumnya, saya bertekad untuk memperbaiki kualitas ibadah wajib harian, selama ini sholat sering dilakukan saat anak-anak bisa dikondisikan untuk menerima ibunya solat sejenak, seharusnya tiap awal waktu solat, saya langsung mengkondisikan anak-anak dengan mengajak mereka turut serta solat bersama. Pekerjaan rumah tangga juga seringkali terabaikan karena telat bangun pagi, alarm sudah berbunyi namun masih saja menurutkan rasa malas karena kecapean pada hari sebelumnya. Dan saya juga masih kurang sabar dalam membersamai anak-anak, selalu saja ada adegan “antagonis” terutama saat anak-anak sudah mulai rewel karena ngantuk dan saya juga sudah mulai letih.

4. kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time.
- 03.00-04.30: Mencoba untuk bangun pagi, solat sunah, kemudian melanjutkan aktivitas rumah tangga (menyetrika pakaian, mencuci pakaian), persiapan memasak
- 04.30-05.00: mandi, persiapan solat subuh dan tilawah
- 05.00-06.30: memasak dan cuci piring, persiapan memandikan anak-anak, sarapan
- 06.30-16.30: membersamai anak-anak (solat dzuhur dan ashar,  memasak makan siang yang cepat dan sederhana).
- 16.30-20.30: suami pulang kerja, dapat sedikit rehat untuk membersihkan diri, persiapan solat maghrib, anak-anak dikondisikan untuk tidur awal waktu
- 20.30-22.00: melanjutkan aktivitas kerumah tanggaan,beres-beres rumah, solat isya dan persiapan istirahat, waktunya me time juga.

5. jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
Ini cukup sulit, terutama untuk berusaha tidak ikut terlelap saat menidurkan anak-anak :D

6. setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.
Sepertinya jawaban poin 4 cukup mewakili jadwal harian.

7. amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
Sebenarnya selama seminggu ini masih meraba-raba jadwal harian yang paling mungkin dan mudah untuk dilakukan yang seperti apa, karena masih adaptasi juga. Saya dan keluarga baru ahad kemarin mulai ikut kembali dengan suami merantau di Palopo, setelah sebelumnya pulang kampung untuk lahiran anak ketiga. Selama di kampung saya selalu ditemani dan dibantu oleh Bibi, sehingga saat harus kembali ke palopo membawa bayi dan 2 balita dengan suami yang kerja dari pagi sampai sore dan tanpa asisten rumah tangga, cukup keteteran. Semoga dengan disusunkan jadwal ini dapat membantu saya lebih konsisten dan pekerjaan rumah pun semakin terkontrol dan terlaksana dengan baik.

Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan dampai dengan 3 bulan.

insyaAllah, semoga niat baik untuk terus memperbaiki diri ini Allah catatkan menjadi sebaik-baik amalan. Semoga Allah mudahkan.

Salam Ibu profesional
Dina Mariyanti



Jumat, 24 Februari 2017

NHW#5_DinaMariyanti

Belajar Bagaimana Caranya Belajar
Nice Home Work #5

"Belajar meninggikan Gunung, bukan meratakan Lembah"

Membuat desain pembelajaran atau kurikulum, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bismillah dicoba...
Dalam NHW sebelumnya disebutkan, bidang ilmu yang ingin saya kuasai dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan adalah ilmu parenting Nabawi, shiroh Nabi dan Sahabat, Ilmu Psikologi anak, Ilmu dakwah dan Ilmu Kedokteran sederhana. Adapun desain pembelajaran yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:

1. Ilmu parenting Nabawi
Tujuan: Menerapkan pola pengasuhan anak sesuai contoh yang dilakukan Nabi Muhammad saw.  Saat ini, ketiga putri kami berada dalam rentang usia 0-7 tahun, yang berarti adalah masa untuk menumbuhkan fitrah keimanannya. Giza, anak pertama kami sudah mulai masuk usia Paud atau TK, tapi kami (saya dan suami) sepakat untuk tetap mengajak anak-anak ikut di tempat ayahnya bekerja walaupun fasilitas pendidikan disana tidak sebaik di jawa. Karena bagi kami, pendidikan terbaik untuk anak-anak, insyaAllah adalah berada di dekat kedua orang tuanya.
Metode: untuk menumbuhkan  fitrah keimanan anak-anak, yang dapat kami lakukan adalah memberikan teladan yang baik bagi mereka dalam beribadah (salat di awal waktu dan mengajak serta anak-anak shalat tanpa memaksa), membacakan kisah-kisah teladan. Membiasakan anak2 mendengar ayat2 Al-Quran baik ysng dibacakan kedua orang tuanya maupun melalui murotal mp3, memperdengarkan al matsurat pagi petang, dan tentu saja mendokan mereka serta mengajarkan merekan do'a-do'a sederhana.
Target: anak-anak dengan senang hati mau mengikuti gerakan2 solat, mau dan menyenangi aktivitas mengaji bersama, anak-anak terbiasa melantunkan ayat-ayat al-quran daripada lagu-lagu lain.
Untuk itu, diperlukan kedisiplinan dan kerja sama yang baik bagi kami dalam memberikan teladan yang secara kontinyu pada anak-anak. Banyak membaca referensi-referensi mengenai parenting nabawi, mengikuti seminar-seminar yang berkaitan.

2. Shiroh Nabi dan Sahabat
Tujuan: mengenalkan sejarah Nabi dan para sahabat, meneladani mereka mengambil hikmah dari kisah-kisah tersebut.
Metode: membacakan buku-buku mengenai kisah para nabi dan sahabat dan kisah-kisah lain yang terdapat dalam Al-Quran.
Targetan: anak-anak mampu mengisahkan kembali dengan bahasanya sendirinya dan menjadikan para nabi dan sahabat sebagai tokoh idola mereka.
Saya sudah mulai rutin membacakan kisah-kisah nabi dan sahabat pada anak pertama saya, tapi ternyata membacakan tidak terlalu efektif karena lebih sering diganggu dan bukunya direbut adiknya. Sehingga metode dengan berkisah tanpa membaca (dihapal)  lebih mengena pada anak-anak. Menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk membaca dan menguasai terlebih dahulu kisah yang akan saya sampaikan pada anak-anak. Selain dari buku, kisah-kisah nabi dan sahabat juga bisa saya dapat dari yutub, dengan mendengarkan video-video yang disampaikan para ahli sejarah islam, dapat memberikan gambaran yang lebih nyata terhadap keseharian nabi.

3. Ilmu psikologi
Tujuan: mengetahui bagaimana menghadapi emosi anak, cara penyampaian nasihat yang baik pada anak dan keluarga secara keseluruhan.
Metode: membaca buku dan artikel-artikel dari pakar parenting terkait bagaimana menghadapi emosi anak-anak. Berusaha untuk tidak langsung menjugde ketika anak berbuat sesuatu yang orangtua nilai "salah" dengan menanyakan terlebih dahulu alasannya.
Target: kami bisa lebih sabar dalam menghadapi anak, anak pun dapat lebih mengarahkan emosinya menjadi hal-hal yang lebih positif.
Dalam hal ini saya banyak belajar dari menghadapi emosi anak pertama saya, Giza saat dia merasa terancam, marah, apalagi ditambah sedang mengantuk, Giza cenderung akan memukul adiknya. Dan biasanya saya refleks melindungi adiknya dan memarahi Giza dengan sedikit mendiamkannya, akibatnya Giza jadi meminta perlindungan kepada yang lain, dalam hal ini neneknya. Itu juga kenapa jika kami pulang kampung, anak-anak jadi lebih rewel dan manja. Sekarang saya sudah mulai berusaha untuk lebih bersabar, setelah anak tenang kembali barulah bisa memberi nasihat kepada anak-anak.

4. Ilmu dakwah
Tujuan: orang tua mampu menyampaikan pesan dan nasihat dengan baik kepada anak.
Metode: mendalami kembali metode dakwah fardhiyah terutama kepada anak-anak.
Target: anak-anak bisa dan mau menerima nasihat dari kedua orangtuanya dengan baik tanpa merasa disalahkan
Dalam hal ini, suami biasanya lebih mampu memberikan penjelasan atau menyampaikan pada anak-anak dengan bahasa yang baik, saya banyak belajar darinya.

5. Ilmu kedokteran sederhana
Tujuan: karena kami tinggal di tempat yang fasilitas kesehatan belum sebaik di jawa, maka penting untuk mengetahui pertolongan pertama pada keluarga yang sakit dan mengobatinya tanpa harus segera ke dokter.
Metode: bayak membaca mengenai herbal dan ilmu kedokteran yang dapat dipraktekkan di rumah, menyediakan obat-obatan di rumah, meningkatkan imunitas seluruh anggota keluarga dengan rutin meinumkan madu, sari kurma atau extra food. Dan rutin mengajak anak olahraga.
Target: keluarga tidak harus sampai dirawat d rumah sakit. Anak-anak dengan kesadaran sendiri meminta minum madu saat merasa badannya sedikit lemas.

-Dina Mariyanti-

Jumat, 17 Februari 2017

NHW #4_dina mariyanti

Nice Home Work #4
Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Minggu ini tugas NHW semakin menantang saja dan semakin lama mengerjakannya, perlu pemikiran yang lebih mendalam... Tetap semangat insyaAllah.

A.  Mari kita lihat kembali NHW#1, apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di universitas kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
Ya, saya ingin mengubahnya, saya merasa untuk saat ini dan beberapa tahun ke depan, ilmu parenting adalah ilmu yang harus saya kuasai lebih dulu.  Ilmu pertanian tetap menjadi cita-cita besar saya dan insyaAllah ditargetkan untuk dilaksanakan dalam 3 tahun ke depan, setelah sata lebih memahami karakter ketiga putri saya.

B. Mari kita lihat NHW #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklis harian kita?
Masih dalam proses, beberapa indikator sudah mulai dilaksanakan secara rutin.

C. Baca dan renungkan kembali NHW #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai sehingga peran hidup anda akan makin terlihat!
Seperti yang sudah dijelaskan di NHW #3, bahwa kami sekeluarga saat ini ditempatkan di daerah yang secara fasilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan masih kurang jika dibandingkan dengan pulau Jawa. Kami sekarang tinggal di desa Karang-karangan, Palopo, setelah sebelumnya menetap selama 3 tahun di Kota Baubau. Melihat hal tersebut, tidak menutup kemungkinan kami akan terus dipindahkan ke tempat-tempat yang serupa, dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang tidak terlalu baik. Maka dari itu, saya bercita-cita untuk setidaknya menorehkan atau meninggalkan sesuatu yang bermanfaat di daerah tersebut terutama terkait pendidikan parenting. Untuk mewujudkan hal tersebut, saya akan bekerja sama dengan teman-teman dalam komunitas HEbAT Palopo yang juga masih sedang merintis. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.

D. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
- Parenting Nabawi
- Shiroh Nabi
- Shiroh Sahabat
- Psikologi
- Ilmu dakwah
- Ilmu kedokteran sederhana

E. Tetapkan milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan misi hidup. KM 0 saya dimulai pada usia 30 thn.
KM 0 -  KM 1 (tahun 1): Menguasai Parenting Nabawi
KM 1- KM 2 (tahun 2): Menguasai shiroh Nabi dan sahabat
KM 2- KM 3 (tahun 3): Menguasai ilmu psikologi
KM 3 -  KM 4 (tahun 4): Menguasai ilmu dakwah
KM 4 -  KM 5 (tahun 5): Menguasai ilmu kedokteran sederhana

F.  Koreksi kembali NHW #2

G. LAKUKAN, LAKUKAN, LAKUKAN, LAKUKAN
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama.

Salam.
Dina Mariyanti


Jumat, 10 Februari 2017

NHW#3_DinaMariyanti

Nice Home Work #3
Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

1. Surat cinta untuk suami
Nice home work yang satu ini menjadi tantangan tersendiri buat saya, karena saya belum pernah menulis surat cinta sebelumnya, dan saya juga tidak romantis. Tulis, hapus, tulis, hapus begitu terus, sampai menemukan kata-kata yang dirasa pantas dan sreg dihati. Sambil menulis, sambil membayangkan wajah suami, tidak terasa air matapun mengalir, sedih, kangen, rindu, maklum lagi LDM. Alhamdulillah respon suami pun baik, malah minta dikirim surat cinta secara rutin hehe. Terima kasih pada tim fasilitator MIP buat NHWnya yang keren abis. Saya jadi jatuh cinta kembali, lagi dan lagi pada suami.

2. Melihat potensi anak
Alhamdulillah, ±6thn menikah, kami telah diamanahi 3 orang putri cantik yang insyaAllah solihah. Potensi mereka masing-masing menurut kami adalah:
a. Giza Ghassani Rohanda (4th 9bl)
Sebagai anak pertama teteh Giza punya sifat yang cukup keras dalam mempertahankan keinginannya, kalau bahasa sundanya keukeuh. Dia juga sangat sensitif terutama setelah menjadi kaka. Dalam mengerjakan sesuatu, teteh Giza termasuk anak yang detail dan cukup perfeksionis. Sangat sayang terhadap barang-barang miliknya sendiri. Alhamdulillah, beberapa bulan ini, Giza mulai sekolah di TK A, Sekolah Alam Purwakarta. Sebagai siswa baru, teteh giza cukup cepat beradaptasi, sifat mandiri dan keberaniannya juga mulai muncul. Dia juga mampu mengalahkan rasa takutnya saat harus melaksanakan salah satu kegiatan d sekolah. Kami juga sempat melakukan tes psikologi sebagai syarat masuk sekolah, hasilnya diketahui bakat Giza lebih ke wirausaha dagang.

b. Agra Fathiyya Rohanda (1th 10bl)
Agra merupakan anak yang ceria, berani dan mau berusaha belajar sendiri. Dalam mengerjakan sesuatu, agra pantang menyerah dan tetap mau mencoba sampai berhasil. Agra juga terlihat aktif dan cukup banyak bicara atau cerewet.  Saat dimintai tolong sesuatu, dia selalu siap dan semangat melaksanakannya. Agra juga cukup penyayang pada adiknya yang baru lahir.

c. Palmyra Sophia Rohanda (1bl 2mg)
Kami belum bisa melihat bagaimana sifat adek Palmyra. Sekarang adek Palmyra baru belajar memiringkan tubuhnya dan mulai merespon saat diajak ngobrol.

3. Melihat Potensi Diri
Kalau menurut suami, kepribadian saya termasuk sanguinis melankolis. Dalam mempelajari sesuatu saya termasuk yang cepat belajar dan cepat bisa. Track record saya di lingkungan sekolah atau kuliah dulu termasuk baik, jadi dapat dengan mudah menjalin komunikasi dengan kenalan dan dipercaya. Saya merupakan orang yang senang dan mau belajar hal-hal baru terutama terkait bidang pendidikan, pertanian, dan tata boga. Kebetulan suami mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan beliau mutasi per 2-3 tahun, sehingga menyebabkan saya dan anak-anak pun ikut pindah2. Tak jarang kami harus tinggal di daerah yang fasilitas kesehatan dan pendidikan yang kurang memadai, sehingga saya perlu membekali diri sendiri dan keluarga dgn pengetahuan lebih terkait kedua bidang tersebut.

4. Tantangan lingkungan tempat tinggal
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa pekerjaan suami mengharuskan kami sekeluarga untuk pindah-pindah tempat tinggal. Saat ini kami tinggal di kota Palopo, lebih tepatnya di daerah Karang-karangan. Awalnya saya cukup sulit berkomunikasi karena kebanyakan penduduk disana masih menggunakan bahasa daerah, dan gaya bicara yang cepat dan lantang. Saya tinggal di kawasan dimana tetangga2 merupakan pegawai di tempat suami bekerja, dan suami mempunyai jabatan yang cukup tinggi, sehingga saya tidak kesulitan untuk berhubungan dengan tetangga, mereka memperlakukan kami dengan baik.
Tantangan bagi saya dan keluarga, dari bahasa dan budaya yang berbeda, dan taraf pendidikan yang kurang dibanding pendidikan di Jawa. Di palopo saya juga kami juga tergabung dalam komunitas HEbAT, namun belum begitu aktif. Harapannya, ke depan dapat lebih berkontribusi dalam mengedukasi lingkungan terutama terkait pendidikan parenting.

-Dina Mariyanti-