Sabtu, 24 Maret 2018

Be Creative (Day3)

Be Creative (Day3)


Kalau sudah mendekati jam makan siang, dan anak bayi n balita ga mau tidur siang... umi harus mulai cari cara supaya dia bisa tetep anteng sementara saya masak makan siang untuk abi.
Cara yang paling efektif biasanya diajak sama-sama menyiapkan masakan, dari mulai ikut potong-potong, menyiangi sayur, ikut ngulek bumbu, peras kelapa, ya walaupun jadinya sedikit rempong, tapi alhamdulillah masak tetep jalan, dan makanan matang tepat waktu.

#IbuProfesional
#BundaSayang
#IbuKreatif
#Tantangan10Hari
#Day3
#Level9

Jumat, 23 Maret 2018

Be Creative (Day2)

Be Creative (Day2)


Alhamdulillah... dapat hadiah ultah dari Abinya anak-anak, alat pembuat roti otomatis. Jadi beberapa hari ini, umi punya mainan baru.
Percobaan pertama dan kedua masih belum memuaskan. Tekstur roti sudah Ok, tapi rasanya masih kurang, padahal sudah sesuai resep yang tertera di buku. Kurang manis. Percobaan kedua, karena berbekal pengalaman pertama, takaran gula ditambah jadi 2x. Tapi hasil tetap masih kurang manis.
Dipikir mesti diapain ya, masa tambah gula lagi? Atau gulanya yang salah, kasian si gula yang ga tau apa2 tapi malah jadi kambing hitam 😁.
Bagaimana kalau coba pake isian, jadi kalau rotinya kurang manis kan masih ada isiannya yang manis. Agak repot sedikit sih, tapi ya dicoba aja dulu.
Akhirnya disiapkan semuanya, dengan berbekal berani nyoba dan berani ribet. Coba tambah isi coklat, selai nanas, dan keju mozarella. Tara.... alhamdulillah rasanya jadi lebih enak... dan habis... anak-anak suka... alhamdulillah. 😊

#BundaSayang
#IbuProfesional
#IbuKreatif
#Level9
#Tantangan10Hari
#Day2

Kamis, 22 Maret 2018

Be Creative (Day1)

Be Creative (Day 1)


Setelah kembali dari mudik hari ahad, saya hanya punya waktu 3 hari untuk menyiapkan konsumsi acara liqo pekanan di rumah. Rencana ada cireng oleh-oleh yang siap digoreng, tinggal tambah 2 atau 3 menu tambahan. Awalnya mau pesan ke tetangga lewat art, 2 macam kue, betawi dan bakwan, sebelumnya sudah pernah dibicarakan jadi saya sedikit tenang. Saya panggil art hari selasa supaya sekalian beres-beres di rumah dan pesan kue. Tapi ternyata, hanya bisa pesan 1 jenis kue, betawi, sedangkan bakwan tidak bisa karena yang biasa buat sudah beberapa hari tidak antar bakwan.
Bingung, mau pesan ke siapa lagi, sudah mepet, dan ga pengen yang mahal-mahal karena dana menipis sisa tiket mudik. Akhirnya terpikir untuk membuat donat. Sebenarnya masih belum PD dengan donat buatan sendiri, baru 2 kali berhasil, dan biasanya untuk konsumsi keluarga sendiri, belum berani diberikan untuk kalangan luar. Semoga percobaan ketiga ini berhasil juga.
Acara pengajian jam 1 sampai jam 4. Jam 12 siang mulai menyiapkan adonan donat, dibantu anak-anak, sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Ngasuh iya, siapin konsumsi, anak-anak anteng, dapat cemilan gratis buatan sendiri, dan konsumsi untuk pengajian pun aman. Alhamdulillah...
Ternyata modal berani nyoba, mau repot, mau cape, dan ga takut gagal bisa bikin kita jadi kreatif.

#IbuKreatif
#BundaSayang
#IbuProfesional
#Level9
#Tantangan10Hari
#Day1

Rabu, 21 Maret 2018

KREATIVITAS

KREATIVITAS

21 Maret 2018



Alhamdulillah, memasuki tantangan level 9 di kelas Bunsay Bandung 1... Ada yang berbeda dari penyampaian materi kali ini, tidak ada sharing materi di awal, peserta para calon ibu profesional hanya diberikan slide, untuk kemudian didiskusikan bersama secara langsung bareng fasilitator yang makin hari makin kece aja tiap cawu.

Dari slide yang diterima, kalimat yang ngena banget buat saya. "Setiap anak terlahir Kreatif". Kalau kata Pablo Picasso “All children are born Artists”. Mereka tidak mengenal kata "Gak Mungkin". Anak-anak tidak pernah takut salah. Kita lah orang tua yang sering kali menjudge "ini salah dan itu benar", kita pula lah yang akhirnya mengikis kreativitas alami anak. Astaghfirullah.....😭.

Rasa ingin tahu anak sangat besar.
Kadang orang dewasa capek, bosan menjawab pertanyaan anak yang berulang, atau kita dibuat kaget dengan pertanyaan dan jawaban mereka yang amazing diluar dugaan.

Ternyata kita lah orangtua yang sering mematikan kreativitas anak dengan dalih "Mengarahkan bakat anak". Atau mengatasnamakan "Bahaya" kita pun langsung memutus begitu saja kreativitas anak, padahal sebenarnya masih bisa ditemani dan diarahkan sedikit demi sedikit bahwa hal baru yang mereka lakukan berpotensi bahaya atau melukai. *ntms

Orang tualah yang harus berubah. Jadilah orangtua yang belajar kreatif agar bisa mendampingi kreativitas anak dengan penuh cinta. Lalu bagaimana caranya menjadi IBU KREATIF?

*Ubah fokus, geser sudut pandang kita.*
Dalam mendidik anak, kita perlu memiliki berbagai sudut pandang kreatif ketika melihat aksi anak-anak. Pengalaman, sudut pandang, persepsi, cara kerja otak, semua tidak selalu sama.
Sama halnya dengan mendampingi anak, kita tidak bisa menyamakan sudut pandang anak dengan sudut pandang kita.

*Don’t assume*
Asumsi kita kadang berbeda jauh dengan asumsi anak-anak, maka jangan buru-buru membuat pernyataan, banyak-banyaklah membuat pertanyaan agar anak-anak bisa menyampaikan ide secara clear dan tugas kita hanya mengklarifikasi saja (clarify). Maka, jangan terlalu cepat berasumsi, karena asumsi dapat membunuh kreativitas. Mengklarifikasinya dengen bertanya dan mendengar, tanpa perlu menghakimi.

*Outside the box thinking*
Buka kotak pemikiran kita, jangan batasi anak2 sebatas pemikiran dan pengalaman kita saja. Biarkan dia berpikir berbeda dari hal-hal yg pernah kita alami. Kita tidak bisa memaksakan anak untuk berfikir, bertindak, dan merasa seperti kita.

Proses kreativitas itu ada 3:
*Evolusi, Sintesis, Revolusi*

Evolusi
Ide baru dibangkitkan dari ide sebelumnya

Sintesis
Dua atau tiga ide yang ada digabungkan jadi 1 ide baru lagi.

Revolusi
Benar-benar membuat perubahan baru dengan pola yang belum pernah ada sebelumnya.

Cobalah berlatih menggabungkan 2 benda yang berbeda menjadi 1 benda. Atau membayangkan 2 benda menjadi bentuk yang baru. Yang terpenting dalam belajar kreatif adalah BERANI. Jangan berpikir yang umum saja, tapi lihatlah dari sudut pandang berbeda

Apa sih yang menghambat kita menjadi Kreatif?
1. Komentar orang lain
2. Rutinitas, kebiasaan dari kecil yang dibatasi
3. Malas
4. Mau nya yang instan, ga mau repot, kurang sabar
5. Gak siap klo dikomentarin jelek/aneh dll
6. Belum bisa mengelola diri dengan baik
7. Masih terlalu peduli sama penilaian orang
8. Emosi/kejernihan pikiran
9. Takut salah

Bagaimana jika kita tidak kreatif? Hidup flat, datar, gitu-gitu aja, bosan, tidak ada perubahan. Jadi, menjadi kreatif itu penting, penting banget malah. Buat bikin hidup jadi lebih Hidup. Kreatif bikin urusan lebih mudah biasanya. Bikin anak mau makan perlu kreatif, bikin anak mau mandi perlu kreatif. Ngatur uang belanja perlu kreatif. Gak kreatif, Gak survive.

Yang penting dan harus selalu dijaga adalah kewarasan dan jangan lupa bahagia. Kalau tidak bahagia, biar niat nya kuat juga tetap akan mandek. Jadi ibu emang harus bahagia. Waras atau sehat jiwa dan raga. Pikiran yang tenang, ikhlas, juga syukur. Kalau tidak waras ujung-ujungnya stress, marah-marah, sedih, dan dijamin gak bisa kreatif. Gak bisa kreatif = gak bisa produktif.

Kesimpulan akhir, bahwa setiap manusia terlahir kreatif. Yakinlah bahwa anak-anak kita terlahir ISTIMEWA.

So....Siap untuk jadi Ibu Kreatif? InsyaAllah SIAP

📒 Sumber bacaan :

Diskusi Kuliah Bunda Sayang, Belajar Kreativitas, Kelas Bandung 1, Institut Ibu Profesional, 2018

Aditya, Kreshna. Menumbuhkan Kreativitas anak Sejak Dini, Slide Presentation

#KelasBundaSayang
#ResumeKreativitas
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative

Jumat, 23 Februari 2018

Aliran Rasa (Level 8)

Mendidik Anak Cerdas Finansial (aliran rasa)


Sore itu teteh Giza laporan kalau tas sekolahnya bolong, saat saya cek, benar memang bolong. Teteh pun minta dibelikan yang baru, saya sampaikan "nanti kalau teteh mau masuk SD dibelikan yang baru ya, besok pakai tas ransel eiger dulu saja". Teteh pun menurut.
Dua hari kemudian, teteh laporan lagi "mi, teteh pengen beli sepatu yang ada talinya, sepatu teteh udah rusak". Saat saya cek, benar ternyata sudah rusak, ini sepatu teteh satu-satunya. Ya udah, nanti kita ajak abi beli sepatu ya.
Mengajarkan anak mana kebutuhan penting dan mendesak dengan kebutuhan penting tapi tidak mendesak. Alhamdulillah, teteh masih mengerti. Malah saya yang kadang masih harus belajar untuk memilah mana kebutuhan yang memang penting mendesak atau tidak.
Di Game level 8 ini, saya diingatkan kembali untuk belajar memanage kebutuhan finansial.

#AliranRasa
#GameLevel8
#Bunsay
#IIP

Selasa, 13 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day10)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day10)


Sejak beberapa hari lalu anak-anak sakit, maka kami membujuk "jika pintar minum obat, nanti sembuh diajak beli mainan, satu buah mainan. Adek mau mainan apa?"
Agra pun request "boneka frozen, elsa".
Dan sesuai janji, karena Agra dan Giza pintar minum obatnya, maka kamipun mengajak mereka ke toko mainan. Sesuai janji pula, mereka memilih boneka frozen, elsa, Giza warna pink dan Agra warna ungu. De sophia tidak dibelikan karena masih belum mengerti juga, tapi teteh-tetehnya janji akan meminjamkan mainannya pada adiknya.
Dan mereka pun hanya memilih satu mainan, tidak tergoda dengan mainan lainnya.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial 
#Day10

Minggu, 11 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day9)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day9)


Pagi ini sebelum berangkat sekolah..
Umi: "teteh giza mau makan dulu atau bekel?"
Giza: "bekel aja mi"
Umi: "sama apa teh?"
Giza: "emang adanya apa mi?"
Umi: "martabak telur sama ati ampela"
Giza: "ati ampela aja mi. Kalau bekel, aku mah ga suka jajan mi"
Umi: "kenapa?"
Giza: "iya, aku makan bekel aja, kalau aku suka. Kalau ga suka bekelnya baru aku jajan"
....
Giza: "uang tabungannya udah dicek mi?"
Umi: "udah teh."
Dan teteh giza pun siap untuk berangkat sekolah...😍

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day9