Minggu, 22 April 2018

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng (Day4)

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng (Day4)

Hari ini kegiatan di rumah difokuskan untuk mengerjakan bingkisan TBM nya teteh giza, dan mempersiapkan hiasan dinding untuk menyambut Ramadhan. Hampir tidak ada waktu untuk mendongeng.
Saat menjelang tidur, anak-anak pun minta diceritakan dengan membaca buku. Teteh dan Agra lebih suka jika saya yang bacakan daripada Abi, karena cara membaca kami yang berbeda.
Abi cenderung datar, tanpa ekspresi. Sementara umi membacakan dengan lebih ekspresif dan ber-intonasi. Mereka pun menyebutnya, bercerita sebelum tidur.


#IbuProfesional
#BundaSayang
#Level10
#Tantangan10Hari
#Day4

Sabtu, 21 April 2018

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng (Day3)

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng (Day3)

Hari ini masih melanjutkan dongeng 2 hari yang lalu untuk teteh Agra. Tokoh yang direquest masih sama yaitu Putri Elsa. Dimulai dari bangun tidur, saya ceritakan detail. Membaca doa, mandi, sikat gigi, membereskan tempat tidur. Agra pun sesekali menyela dengan menyanyikan lagu "Bangun Tidur". Dilanjutkan dengan aktivitas sarapan pagi, sampai bermain dengan adiknya putri ana.
Sementara, teteh Giza pagi ini siap-siap pergi ke acara mendongeng dengan teman-teman TK nya. Dongeng bersama kak Daniel. Tak sabar menanti ceritanya nanti saat pulang ke rumah.
Teteh pun bercerita, dongengnya seru, lebih seru daripada yang di makassar. Ada badutnya, banyak boneka tangannya. Tapi ga ada yang kyak bona. Cerita binatang. Teteh Giza sangat antusias bercerita.

#IbuProfesional
#BundaSayang
#Level10
#Tantangan10Hari
#Day3
#IbuMendongeng

Jumat, 20 April 2018

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day2)

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day2)

Malam ini saya coba menawari teteh untuk didongengkan sebelum tidur.... dan ternyata teteh giza menolak 😂😂 Dia lebih memilih dibacakan buku saja.
Baiklah... umi tidak memaksa, malam ini seperti malam-malam sebelumnya, teteh Giza dan de Agra dibacakan buku sebelum tidur.
Biasanya jika tidak dibacakan buku, teteh juga lebih memilih untuk diceritakan kisah nabi, teteh giza tidak begitu tertarik dengan cerita dongeng, tapi saat dulu dia melihat dongeng dari kak Heru dan Bona, dia cukup tertarik dan masih ingat sampai sekarang. Mungkin umi harus belajar mendongeng seperti kak Heru :D *beurat
Baiklah besok kita coba lagi ya...

#IbuProfesional
#BundaSayang
#Level10
#Day2
#IbuMendongeng

Kamis, 19 April 2018

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day1)

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng (Day1)

Siang ini saat main bertiga dengan De Agra dan de Sophia di kamar. Saya coba tawarkan "De Agra mau denger Umi cerita ga?" Agra matanya langsung berbinar dan menjawab "Cerita apa mi?" "Cerita tentang princess, mau?"
Karena Agra sedang menyenangi tokoh putri elsa dan ana, maka saya pun memakai nama tokoh putri elsa dan ana dalam dongeng saya kali ini.
Saya mencoba menggambarkan tentang putri elsa sebagai seorang kaka yang baik, mandiri dan sangat sayang pada adiknya ana. Elsa juga sering membantu ibunya sang ratu untuk menjaga adiknya selama ibunya mengerjakan pekerjaan rumah.
Elsa juga saya ceritakan sebagai anak yang mandiri, makan sendiri, mau tidur sendiri, merapikan tempat makan sendiri, mandi sendiri.
Dan wow... reaksi Agra diluar dugaan, saat itu juga dia berkata "De Agra juga bisa makan sendiri" dia langsung kembali ke piring makannya, dan melanjutkan makan sendiri. Agra pun terus bertanya tentang apakah elsa punya teman? Tentang sven dan olaf? Apakah elsa bisa bernyanyi pelangi-pelangi? Siapa nama abi dan uminya elsa?
Ternyata mendongeng perlu banyak improvisasi ini... lain kali harus lebih disiapkan naskah yang matang 😊.

#IbuProfesional
#BundaSayang
#Level10
#Tantangan10Hari
#CeritaDongengKu

Jumat, 13 April 2018

Aliran Rasa (level9)

Think creative


Alhamdulillah.... untuk pertama kalinya mendapatkan badge ini... bersyukur sekaligus termotivasi untuk dapat mempertahankannya sampai semua tantangan dalam kelas bunsay ini selesai.
Tantangan kali ini benar-benar mengajarkan saya untuk lebih bersabar dan menahan diri melihat kreativitas anak-anak. Mencoba untuk tidak berkomentar, tetap mendampingi jika ada hal-hal yang dirasa berbahaya. Dan saya semakin menyadari, anak-anak itu memang nalurinya sudah kreatif, apapun dapat disulap jadi mainan. Tidak pernah bosan, karena selalu dapat menciptakan sesuatu yang baru. Tidak ada capenya, baterainya selalu full charge.
Jika sudah tak sanggup mengimbangi, saya hanya memilih untuk mengamati saja dan tersenyum seraya bersyukur diberikan putri-putri yang sehat dan cerdas.
Melihat mereka, rasanya menciptakan mainan itu tidak sulit, sangat sederhana, berbeda dengan saya yang rasanya harus berpikir keras bagaimana agar bis membuat mereka anteng. Padahal tanpa perlu saya bimbing atau saya arahkan pun mereka sudah bisa "anteng" dengan kreativitasnya masing-masing. Rasanya di tantangan kali ini, saya yang lebih banyak belajar dari mereka. 😍😍😍

#IbuProfesional
#BundaSayang
#Level9
#AliranRasa

Kamis, 05 April 2018

Be Creative (Day15)

Be Creative (Day15)


Mencari aktivitas untuk anak-anak disela-sela abi dinas gampang-gampang susah. Setelah seharian bete diam di kamar hotel terus, mereka selalu menagih jalan-jalan saat abinya pulang.
Hari ini agendanya ke pantai losari lihat art gallery, tapi sampai sana ternyata tutup gallerynya terkunci. Jadilah diputuskan ke mol saja cari makanan yang bisa masak sendiri.
Anak-anak sangat suka masak-masak. Alhamdulillah, kami pilih shabu tei, setelah tanya-tanya teman referensi restoran shabu atau bbq yg halal di makassar, katanya insyaAllah kalau di makassar sih halal2 aja. Alhamdulillah ga mengecewakan, kuah shabunya enak, makan berlima, 2 dewasa dan 3 balita, kami pilih menu shabu untuk 2 orang dan teriyaki campur. Kenyang dan enak.

#IbuProfesional
#BundaSayang
#BeCreative
#Level9
#Tantangan10Hari
#Day15

Rabu, 04 April 2018

Be Creative (Day14)

Be Creative (Day14)


Untuk yang punya anak balita, berenang merupakan kegiatan wajib yang pastinya selalu ditunggu-tunggu dan ditagih anak-anak. Oleh karena itu, memilih pelampung yang awet dan aman sangatlah penting.
Awal mula beli pelampung duduk saat masih di palopo, untuk Agra jika berenang. Karena pengalaman beli pelampung leher, saya kok lihatnya ga nyaman, anak seperti tercekik, pelampung jaket, pengalaman beli untuk Giza dia ga nyaman, malah lebih sering dilepas.
Mau beli pelampung bulat biasa, takut nyeplos karena masih bayi. Akhirnya diputuskan beli pelampung yang ada karet penyangga nya sehingga anak bisa duduk. Harganya memang lebih mahal saat itu, tapi ternyata bahannya lebih tebal, dan Agra juga merasa nyaman dan aman.
Setelah 1 tahun lebih, pelampungnya masih bisa diwariskan untuk Adek Sophia juga, emak lebih hemat ga perlu beli pelampung baru :).

#BeCreative
#IbuProfesional
#BundaSayang
#Level9
#Tantangan10Hari
#Day14