Sabtu, 10 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day8)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day8)


Siang ini de pia menemukan dompet umi, kemudian dia mulai anteng mengeluarkan semua isi dompet umi, dari mulai kartu, kertas-kertas dan uang kertas. De Agra pun tertarik dan mendekat, kemudian dia tanya.
Agra: "Mi, ini uang apa? Boleh untuk celengan ga?"
Saat saya lihat, ternyata Agra menunjukkan beberapa lembar mata uang dolar yang ada di dompet.
Umi: "itu namanya uang dolar sayang, tidak boleh untuk celengan ya."
Giza: "uang apa mi?"
Umi: "jadi, tiap negara itu punya mata uang berbeda-beda. Kalau di indonesia, mata uangnya disebut rupiah. Nah ini adalah mata uang negara lain, disebutnya uang dolar. Kalau mau dipakai belanja disini, harus ditukar dulu dengan uang rupiah. Satu dolar ini sama dengan sekitar 10rb rupiah."
Giza&Agra: (manggut-manggut entah mengerti atau tidak.
Umi: "ini umi kasih uang yang buat celengan ya."
Agra pun tersenyum setelah diberi uang pengganti untuk celengannya. :)

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day8

Jumat, 09 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day7)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day7)


Hari ini teteh giza pulang main dari tempat kaka ifa membawa uang mainan, katanya dipinjami oleh kaka ifa. Dimainkanlah uang mainan itu dengan adiknya Agra.
Saya pun bertanya pada mereka.
Umi: "uang apa itu?"
Giza & Agra: "uang mainan"
Umi: "bisa untuk jajan ga?"
G&A: "nggaaakkk..."
Umi: "bisa untuk nabung d celengan ga?"
G&A: "nggaaakk..."
Umi: "pinter"

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day7

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 6)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 6)


Siang ini mengajak anak-anak memperhatikan uang kertas dengan seksama. Saya sampaikan, dalam satu lembar uang kertas, disana ada angka nominal uang, huruf yang menjelaskan nominal uang (sambil meminta teteh giza membaca tulisannya), kemudian ada burung garuda, lalu ada gambar tokoh pahlawan dan daerah atau tempat wisata khas Indonesia. Warna tiap uang pun berbeda-beda, ada ungu, biru, hijau, coklat, merah, dll.
Adek Agra pun minta difoto sambil memegang uang kertasnya...:)

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day6

Kamis, 08 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day5)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day5)

Siang ini agenda ummi ngaji pekanan. Saya pun mulai menyiapkan tas untuk dibawa mengaji, memasukkan semua perbekalan mengaji, buku, al-qur'an, alat tulis, baju ganti de sophia, tisue, dan dompet. Sebelumnya, saya rapikan terlebih dahulu uang-uang yang masih diluar dompet dan yang ada di dalam dompet, maklum dompetnya sering dipake mainan.
Saat melihat umi nya merapikan uang, de Agra pun langsung mendekat.
Agra: "Umi, ada uang yang buat celengan?"
Umi: "ini uang untuk umi bawa ngaos"
Agra: "tapi de Agra mau isi celengan, ada uang buat celengan?"
Tidak tega melihat semangatnya untuk menabung, akhirnya saya luluh. Saya beri dia selembar uang.
Umi: "uang berapa itu adek?"
Agra: "mmm.... (berpikir) satu ribu"
Umi: "bukan, itu uang sepuluh ribu, warnanya ungu ya"
Agra pun mengangguk mengerti dan memasukkan uang tersebut ke celengan dora nya :)

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day5

Rabu, 07 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 4)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 4)


Sore ini de Agra menemukan uang koin di rumah. Dia bilang "yeay, nemu koin". Saat saya tanya, koin berapa De? Jawabnya "uang satu ribu". Mau masukin ke celengan ya mi... 😁dan dia senang saat celengannya bertambah berat.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day4

Selasa, 06 Februari 2018

Mendidik Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 3)

Mendidik Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 3)


Sejak masuk TK di Bitung, teteh Giza mulai rutin menabung di sekolah, tidak banyak, tiap hari saya siapkan 10rb untuk uang tabungannya. Kadang saya beri uang selembar 10rb, atau 2 lembar 5rb, bahkan pernah satu kali saya siapkan uang 5 lembar 2rb.
Sambil membiasakan Teteh menabung dari kecil, juga sambil mengenalkan macam-macam nominal uang, dan sedikit logika matematika. Saya juga sudah siapkan celengan di rumah, masing-masing satu untuk Teteh Giza dan Agra.
Selain uang tabungan, biasa saya siapkan uang untuk jajan di sekolah, karena teteh bilang "teman-temannya jajan, tidak bawa bekal" berbeda dengan waktu sekolah di sekolah alam, dimana teteh tiap hari saya bawakan bekal dari rumah. Jadilah saya selalu siapkan uang 2rb an di tas nya. Biasanya teteh jajan sehari 1rb-2rb di sekolahnya, 2rb biasanya dia belikan 2 kue, yang satunya untuk dibawa pulang untuk diberikan pada adiknya. Dan Agra biasanya sangat senang kalau dibawakan jajanan oleh tetehnya dari sekolah. Dia kadang selalu menunggu-nunggu tetehnya pulang untuk sekedar tau apakah tetehnya bawa "oleh-oleh" dari pulang sekolah :).
Selain itu, teteh juga minta disiapkan uang 1rb untuk infak harian di sekolahnya. Saya tanya kenapa 1rb? Dia bilang, harus seribu mi, temen-temen begitu. Rupanya dia melihat teman-temannya juga memberikan uang 1rb saat infak harian di sekolahnya. Saya beri penjelasan, kalau infak itu bisa berapa saja nominalnya, 1rb, 2rb, 5rb, dst., dulu waktu di sekolah alam kan ummi sering kasih 5rb untuk infak jumat, inget ga teteh? Jadi boleh berapa pun, malah dianjurkan untuk memberi infak terbaik sesuai kemampuan kita. Teteh mengerti, tapi dia tetap meminta uang 1rb untuk infaknya :).

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day3

Senin, 05 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 2)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 2)


Sore ini Abi ngajak jalan-jalan, rencana mau beli martabak, saat menunggu martabak, tiba-tiba de Agra jatuh, nangis dan minta dibelikan plester. Akhirnya dikatakan, iya habis ini kita beli plester di mini market. Tiba-tiba teteh nyeletuk "sambil beli minum ya mi". Iya boleh.
Sesampainya di minimarket, kami langsung menuju tempat plester, ummi sekalian membeli "stimuno" karena persediaan di rumah sedang habis. Lalu Agra minta dibelikan vitamin C. Karena memang sedang tidak enak badan, bolehlah beli vitamin. Terus pindah ke bagian minuman, teteh memilih susu dan mengambil 2 buah. Kok banyak Teh? Katanya untuk bekal sekolah besok, okay karena susunya selalu habis diminum jadi diijinkan untuk beli 2. Agra pun akan mengambil 2 buah juga rasa stroberi, tapi saya larang karena kemaren dan hari sebelumnya tidak pernah habis, ganti dengan susu yang selalu habis, akhirnya ganti yang rasa coklat.
Mereka lalu minta cemilan, kali ini tidak diijinkan karena kemarin baru dibelikan cemilan, dan kami juga baru saja membeli martabak untuk dimakan di rumah. Mereka pun menurut. Dan kami pun pulang.
Selama ini, saya dan suami biasanya membolehkan "jajan" asalkan jajanannya dimakan sampai habis, jika tidak habis, maka tidak boleh membeli makanan serupa kembali. Dan membeli tidak berlebihan, secukupnya saja, karena pengalaman sebelumnya, beli berapa macam cemilan pun tetap dibuka dalam satu hari, jadi banyak yang terbuang karena tergoda untuk membuka makanan yang baru. Biasanya sebelum berangkat ditanya dulu apa saja yang ingin dibeli. Tapi kadang sulit mengontrolnya saat anak-anak hanya pergi dengan abinya, karena abinya juga suka ngemil, jadi pulang dari minimarket, banyak cemilan yang dibawa pulang πŸ˜….

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day2