Selasa, 06 Februari 2018

Mendidik Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 3)

Mendidik Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 3)


Sejak masuk TK di Bitung, teteh Giza mulai rutin menabung di sekolah, tidak banyak, tiap hari saya siapkan 10rb untuk uang tabungannya. Kadang saya beri uang selembar 10rb, atau 2 lembar 5rb, bahkan pernah satu kali saya siapkan uang 5 lembar 2rb.
Sambil membiasakan Teteh menabung dari kecil, juga sambil mengenalkan macam-macam nominal uang, dan sedikit logika matematika. Saya juga sudah siapkan celengan di rumah, masing-masing satu untuk Teteh Giza dan Agra.
Selain uang tabungan, biasa saya siapkan uang untuk jajan di sekolah, karena teteh bilang "teman-temannya jajan, tidak bawa bekal" berbeda dengan waktu sekolah di sekolah alam, dimana teteh tiap hari saya bawakan bekal dari rumah. Jadilah saya selalu siapkan uang 2rb an di tas nya. Biasanya teteh jajan sehari 1rb-2rb di sekolahnya, 2rb biasanya dia belikan 2 kue, yang satunya untuk dibawa pulang untuk diberikan pada adiknya. Dan Agra biasanya sangat senang kalau dibawakan jajanan oleh tetehnya dari sekolah. Dia kadang selalu menunggu-nunggu tetehnya pulang untuk sekedar tau apakah tetehnya bawa "oleh-oleh" dari pulang sekolah :).
Selain itu, teteh juga minta disiapkan uang 1rb untuk infak harian di sekolahnya. Saya tanya kenapa 1rb? Dia bilang, harus seribu mi, temen-temen begitu. Rupanya dia melihat teman-temannya juga memberikan uang 1rb saat infak harian di sekolahnya. Saya beri penjelasan, kalau infak itu bisa berapa saja nominalnya, 1rb, 2rb, 5rb, dst., dulu waktu di sekolah alam kan ummi sering kasih 5rb untuk infak jumat, inget ga teteh? Jadi boleh berapa pun, malah dianjurkan untuk memberi infak terbaik sesuai kemampuan kita. Teteh mengerti, tapi dia tetap meminta uang 1rb untuk infaknya :).

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day3

Senin, 05 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 2)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 2)


Sore ini Abi ngajak jalan-jalan, rencana mau beli martabak, saat menunggu martabak, tiba-tiba de Agra jatuh, nangis dan minta dibelikan plester. Akhirnya dikatakan, iya habis ini kita beli plester di mini market. Tiba-tiba teteh nyeletuk "sambil beli minum ya mi". Iya boleh.
Sesampainya di minimarket, kami langsung menuju tempat plester, ummi sekalian membeli "stimuno" karena persediaan di rumah sedang habis. Lalu Agra minta dibelikan vitamin C. Karena memang sedang tidak enak badan, bolehlah beli vitamin. Terus pindah ke bagian minuman, teteh memilih susu dan mengambil 2 buah. Kok banyak Teh? Katanya untuk bekal sekolah besok, okay karena susunya selalu habis diminum jadi diijinkan untuk beli 2. Agra pun akan mengambil 2 buah juga rasa stroberi, tapi saya larang karena kemaren dan hari sebelumnya tidak pernah habis, ganti dengan susu yang selalu habis, akhirnya ganti yang rasa coklat.
Mereka lalu minta cemilan, kali ini tidak diijinkan karena kemarin baru dibelikan cemilan, dan kami juga baru saja membeli martabak untuk dimakan di rumah. Mereka pun menurut. Dan kami pun pulang.
Selama ini, saya dan suami biasanya membolehkan "jajan" asalkan jajanannya dimakan sampai habis, jika tidak habis, maka tidak boleh membeli makanan serupa kembali. Dan membeli tidak berlebihan, secukupnya saja, karena pengalaman sebelumnya, beli berapa macam cemilan pun tetap dibuka dalam satu hari, jadi banyak yang terbuang karena tergoda untuk membuka makanan yang baru. Biasanya sebelum berangkat ditanya dulu apa saja yang ingin dibeli. Tapi kadang sulit mengontrolnya saat anak-anak hanya pergi dengan abinya, karena abinya juga suka ngemil, jadi pulang dari minimarket, banyak cemilan yang dibawa pulang 😅.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day2

Sabtu, 03 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 1)

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 1)


Celengan, menjadi hadiah yang dipilih anak-anak saat teteh giza mendapat buku rapor pertamanya di TK Al Muhajirin Bitung. Sejak saat itu, Agra (2y9m) rajin mengisi celengan dora nya. Lucunya, dia memasukan semua uang yang dia temukan di meja rias ummi, berapapun nominalnya. Pantes uang belanja ummi sering cepat habis 😂. Pelajaran supaya ummi ga teledor simpan uang sembarangan. 
Rencananya sih ingin sekalian mengenalkan nominal uang buat Agra dan Giza, tapi seminggu ini anak2 gantian sakit, jadi ummi belum ada ide dan belum mau memberi permainan yang berat2 untuk anak2. Baru sebatas, "kalau nemu uang buat celengan tanya umi dulu, boleh dimasukan atau tidak, ijin karena itu uang umi dari abi buat belanja sayuran ya". Dan alhamdulillah, anak2 patuh walaupun Agra kadang keukeuh😍. 
Pernah iseng bertanya "Kenapa teteh suka nabung?" Teteh "supaya uangnya banyak" "Buat apa uangnya banyak?" Teteh "untuk nabung" 😁😁😁 

#KuliahBunsayIIP 
#Tantangan10Hari 
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial 
#Day1

Rabu, 24 Januari 2018

Aliran rasa (7)

Semua Anak Adalah Bintang (Aliran Rasa)


Alhamdulillah, setelah kurang lebih 2 minggu mengamati aktivitas anak-anak, saya mulai menemukan sedikit-sedikit minat anak-anak.
Teteh giza yang lebih suka menggambar daripada mewarnai, suka menyendiri dan membuat karya dalam sunyi, tipe yang belajar dalam diam, tapi saat waktunya dia harus tunjukan, alhamdulillah dia bisa. Teteh giza juga yang tipe protektif dengan kenalan baru, tidak mudah akrab, tapi sekalinya dia merasa nyaman, maka dia akan menempel terus kyak perangko. 😍
Berbeda dengan adiknya agra yang lebih ekspresif, semua disampaikan secara verbal, lebih mudah bergaul dengan kawan baru, tapi dia termasuk tipe yang care, perhatian pada saudaranya. Tak jarang Agra menjadi pembuka untuk teteh mendapat kenalan baru...
Saling melengkapi ya...
Sedangkan de sophia.... baru 13 bulan, tapi rasa penasarannya tinggi, suka pada keramaian, lumayan keukeuh pada pendiriannya.. dan ekspresif juga, jika ingin sesuatu meminta tidak menunggu...
Alhamdulillah... ketiganya bintang ummi dan abi... mempunyai cahaya dan kilau sendiri-sendiri... 😍

*AliranRasa
*Level7
*BundaSayang
*SemuaAnakAdalahBintang


Rabu, 17 Januari 2018

Semua Anak Adalah Bintang (Day 12)

Semua Anak Adalah Bintang (Day 12)


Hari ini umi janjian ketemuan sama temen sma. Saya sampaikan pada anak-anak kalau akan ada teman umi yang ke hotel dan kita akan makan siang dan main bareng nanti. Nanti tantenya bawa anak-anak juga. Kaka Nay seumuran teteh Giza dan Dede Felisha seumuran dengan De Agra.
Agra terlihat antusias, Giza biasa aja. Saat di dalam mobil pun, Agra sudah mulai bisa bermain bersama, bernyanyi bersama, ngobrol, berbeda dengan teteh giza yang masih perlu waktu untuk bisa berbaur.
Saat makan di pizza pun, teteh giza masih belum merasa nyaman, malah minta pulang. Tapi setelah sampai di taman bermain, alhamdulillah mulai cair. Teteh giza dan Agra sudah mau bermain bersama-sama, lari-larian, ayunan, memanjat, jungkat-jungkit. Dan sudah bisa tertawa juga😊. Giza memang tipe yang membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa akrab dengan teman yang baru dikenalnya.

*SemuaAnakAdalahBintang
*IIP
*BundaSayang
*Level7
*Day12

Senin, 15 Januari 2018

Semua Anak Adalah Bintang (Day 11)

Semua Anak Adalah Bintang (Day 11)


Alhamdulillah...akhirnya bisa mudik dan liburan juga. Dari sejak berangkat, sudah terlihat mata anak2 berbinar-binar...
Dan yang pasti di request anak-anak adalah nginep d hotel dan berenang. Setelah beberapa bulan tidak berenang, akhirnya kesampaian juga. Buat de pia, ini pertama kalinya dia menikmati berenang.
Agra bilang "mi lihat, tangan adek berkerut kyak yang di buku" 😍😍

*SemuaAnakAdalahBintang
*IIP
*BundaSayang
*Level7
*Day11

Semua Anak Adalah Bintang (Day 10)

Semua Anak Adalah Bintang (Day 10)


Siang ini teteh asik sendiri. Saat ditanya sedang apa, katanya "bikin kalung buat de Agra". Saya lihat, dia menggunakan gunting, lem, kapas dan koran.
Adekpun senang dibuatkan kalung oleh tetehnya 😗.

*SemuaAnakAdalahBintang
*IIP
*BundaSayang
*level7
*Day10